Soempah Pemoeda

Acara Konser

Latar belakang

Kongres Pemuda II, tanggal 27-28 Oktober 1928, yang diikuti para pemuda dari Jong Java, Jong Celebes, Jong Ambon, Jong Batak, Jong Sumatranen Bond, Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia, kepanduan dan organisisasi kepemudaan lainnya, berhasil merumuskan cara pandang kebangsaan bernama Soempah Pemoeda. Ikrar para pemuda untuk membangkitkan kesadaranakan Indonesia yang satu kesatuan itu menjadi landasan perjuangan mewujudkan kemerdekaan dan kedaulatan.

Nama Indonesia telah muncul jauh sebelum Soempah Pemoeda. Namun, Indonesia yang bukan sekadar menunjukkan kewilayahan, melainkan bersatu sebagai sebuah bangsa, lahir ketika Soempah Pemoeda dibacakan. Selain sebagai peristiwa bersejarah, Soempah Pemoeda juga memperkua tidentitas pemuda sebagai sosok yang penuh dengan daya imajinasi, kreasi, inovasi, serta semangat melakukan perubahan. Hingga kini, 90 tahun setelah Kongres Pemuda II, spirit Soempah Pemoeda tetap terus digelorakan untuk memelihara Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur, dengan pemuda sebagai actor utamanya.

Konser Soempah Pemoeda merupakan upaya aktualisasi Soempah Pemoeda agar nyala semangatnya bisa terus diestafetkan dari generasi ke generasi. Jalan musik dipilih karena kemampuannya untuk bisa menembus setiap lapisan generasi dan melampaui sekat-sekat kepentingan.  Seperti gesekan biola Wage Rudolf Supratman mengiringi “Indonesia Raya” yang pada Kongres Pemuda II untuk pertama kalinya dinyanyikan sebagai lagu kebangsaan.

Semangat bermusik di kalangan generasi muda sangat penting untuk terus dibangkitkan dan dijaga. Melalui harmoni musik, para pemuda akan mengasah rasa, bekerja sama menciptakan optimisme masa depan.

Potensi musik menjadi bagian yang menyatu dengan keistimewaan Yogyakarta sebagai kotabudaya. Konser Soempah Pemoeda merupakan ruang ekspresi bagi pemusik dengan nilai edukatif yang disajikan untuk para keluarga-keluarga yang akan menciptakan para pemusik baru serta masyarakat penikmat konser musik.

Tujuan

  1. Mengekspresikan konser musik klasik karya komposer Indonesia dan Mancanegara untuk menyampaikan nilai-nilai  Soempah Pemoeda kepada keluarga dan masyarakat pecinta musik
  2. Memberikan nilai edukatif bagi keluarga dan masyarakat pecinta musik dengan memperkaya pengetahuan mengenai instrumen musik oleh pakar
  3. Menyediakan rekaman pasca konser Soempah Pemoeda yang dapat dinikmati sepanjang masa

 


 

Konser musik klasik persembahan semangat dan cinta yang berkobar terhadap tanah air Indonesia dengan semangat jiwa pemuda digelar di kediaman Prof Iwan bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda.

Dengan format chamber orchestra dan piano, lagu ciptaan komposer Indonesia dan Mancanegara akan ditampilkan untuk menyampaikan pesan Soempah Pemoeda. Para musisi muda bersama Prof Adi Utarini akan berkolaborasi dalam suasana konser taman.

Please Login to Comment.