Soempah Pemoeda

Konser Soempah Pemoeda ‘Sedjiwa Setjinta’ untuk menuju Harmoni Inklusi peduli difabel

Auditorium Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM
28 Oktober 2018

Soempah Pemoeda merupakan momentum identitas pemuda sebagai sosok yang penuh dengan daya imajinasi, kreasi, inovasi. Semangat ini tetap terus digelorakan untuk memelihara Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur, dengan pemuda sebagai aktor utama masa depan bangsa.

Sebagai upaya aktualisasi Soempah Pemoeda, jalan musik dipilih karena kemampuannya untuk bisa menembus setiap lapisan generasi dan melampaui sekat-sekat kepentingan.  Seperti halnya gesekan biola Wage Rudolf Supratman mengiringi “Indonesia Raya” yang pada Kongres Pemuda II untuk pertama kalinya dinyanyikan sebagai lagu kebangsaan. Dengan makna sejarah ini, Biola dan format instrumen string akan menjadi performa utama dalam konser Sedjiwa Setjinta ini, berkolaborasi dengan instrumen piano, vokal, dan tarian ballet.  Karya musik komposer Indonesia dan Mancanegara akan ditampilkan untuk menyampaikan nilai-nilai Soempah Pemoeda kepada keluarga dan masyarakat pecinta musik. Selain itu, konser yang dipersembahkan oleh Studio 3adika ini juga menghadirkan edukasi bagi keluarga dan masyarakat pecinta musik mengenai instrumen Biola yang akan disampaikan oleh praktisi Biola Fafan Isfandiar. Prof Adi Utarini dan Ike Kusumawati (Piano), Adinda Putri (Cello), Jodi Visnu (Vokal), Danu Kusumawardjana (Biola), 3adika Kuintet, Ayrani Ballet dan Mixline Dance dengan pengarah musik Afriza Animawan Arifin akan memeriahkan konser ini. Acara konser dirancang agar dapat disaksikan dari berbagai penjuru tanah air melalui live streaming.

Melalui musik, konser ini mempunyai misi pula untuk mendukung seluruh lapisan pemuda, tanpa terkecuali mereka yang mengalami dan peduli terhadap difabel. Di Yogyakarta pada awal tahun 2017 tercatat 29.530 orang dengan berbagai macam difabilitas: mental, sensorik, fisik, intelektual, ganda, maupun yang tidak diketahui difabilitasnya. Di dalamnya termasuk para mahasiswa difabel. Isu difabel yang diperjuangkan salah satunya adalah hak pendidikan tinggi, yang dijamin dengan UU no 8, tahun 2016 dan Permenristekdikti 46 tahun 2017.

UKM Peduli Difabel UGM diresmikan tahun 2013 untuk mengadvokasikan hak-hak mahasiswa difabel mengakses pembelajaran di UGM dengan asas persamaan hak dan mengusung hak asasi manusia yang mendasar. Dua tema yang diusung adalah akseptibilitas dan akomodasi.

Konser Soempah Pemoeda “Sedjiwa Setjinta” merupakan satu bagian dari rangkaian kegiatan untuk menuju Hari Disabilitas Internasional (International Day of Persons with Disabilities), 3 Desember 2018 bertema “Empowering persons with disabilities and ensuring inclusiveness and equality”. Hal ini selaras dengan dua tema yang menonjol yakni Akses dan Akomodasi. Artinya tidak boleh satu orang pun tertinggal dalam mendapatkan haknya menimba ilmu selama kuliah dengan cara yang layak sesuai dengan kebutuhan dan cara belajar masing-masing (reasonable accommodation). Untuk itu, tahun ini UKM Peduli Difabel UGM merencanakan sebuah acara besar “Harmoni Inklusi: Reasonable Acommodation: Opportunities and Challenges in Realizing Diffable-Inclusive University”, berbentuk lomba karya tulis ilmiah bertema “Pendidikan Tinggi Inklusi” dan seminar nasional. Harapannya masyarakat akan lebih memahami hak mahasiswa difabel dan perguruan tinggi akan memenuhi hak tersebut sehingga semua orang dapat berpartisipasi penuh menjadi bangsa yang hebat.

Saksikan konser soempah pemoeda “Sedjiwa Setjinta” secara live streaming. Seluruh penjualan tiket live streaming, donasi individual dan sebagian tiket menonton langsung akan didedikasikan untuk Unit Kegiatan Mahasiswa UGM peduli difabel.

Pembelian tiket live streaming dapat diperoleh melalui nomor 0821 1696 4004 (Yulia) atau

 

Narahubung:

Bagaskoro Saputro (Ketua Penyelenggara Konser): 0813 2769 4998
Kaysha Ainayya S (UKM Peduli Difabel UGM): 0812 1288 7322

Please Login to Comment.