Deskripsi Konser
Pagelaran ini digagas untuk mengilustrasikan perjalanan musik Adi Utarini, seorang akademisi di Fakultas Kedokteran UGM. Musik menemani sejak awal kehidupannya hingga mencapai guru besar, puncak karir tertinggi seorang akademisi. Sebagai ungkapan apresiasi kepada para guru musik dalam balutan semangat berbagi kepada sesama, disuguhkan alur cerita lima babak yang ditampilkan bersama para profesional dan praktisi musik. Bauran genre musik yang berbeda mengalir bak penanda dalam setiap babak kehidupannya hingga menggapai kegembiraan bermusik dan kesuksesan akademik.
Pagelaran amal pertama ini dipersembahkan untuk Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Yogyakarta. Seluruh hasil penjualan tiket akan disumbangkan ke YKI. Tidak hanya semakin banyak jumlah pasien kanker di Indonesia secara umum, namun siapapun dan keluarga manapun yang terkena Kanker akan merasakan perjalanan panjang untuk berjuang secara fisik, psikologis, dan sosial ekonomi. Hal ini pernah dialami oleh orang yang paling berarti dalam kehidupannya.
Tentang Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Yogyakarta
Didirikan pada 21 Desember 1987, YKI mempunyai visi “ Masyarakat Peduli Kanker ”. PEDULI berarti memberikan PErhatian bahwa masalah kanker bukan hanya masalah individu atau keluarga yang terkena kanker saja; memberikan DUkungan baik moral dan material sesuai dengan kemampuan dan kapasitasnya; memberikan LIndungan agar mereka yang terkena kanker merasa terayomi sehingga timbul semangat diri untuk mencari solusi terbaik dalam rangka pengobatan maupun peningkatan kualitas hidup penderita kanker.
Sedangkan misi YKI adalah meningkatkan kepedulian mayarakat dalam penanggulangan kanker melalui penyediaan layanan promotif, preventif dan supportif. Program promotif dilakukan melalui advokasi dan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) penanggulangan masalah kanker. Fokus program promotif adalah memasyarakatkan perilaku sehat guna mengurangi resiko terkena kanker. Program preventif bertujuan untuk dapat melakukan pemeriksaan deteksi dini kanker. Program supportif memberikan layanan dalam meningkatkan kualitas hidup penderita kanker, penelitian dan kegiatan lainnya.
Website: www.cancerindojogja.net
Penampil
- Gadjah Mada Chamber Orchestra
Gadjah Mada Chamber Orchestra merupakan sebuah kelompok seni bermusik khususnya musik instrumental. Andreas Joko Purwanto (FMIPA 2005) dan Gian Afrisando (FMIPA 2007) mengumpulkan teman-teman untuk merintis orkestra di Unversitas Gadjah Mada, sampai akhirnya terbentuk pada tanggal 16 February 2008.
Berawal dari tujuh pemain (1 gitar, 3 biola, 1 cello, 1 flute, 1 conductor), saat ini keanggotaan GMCO sudah berkembang lebih dari 40 pemain. GMCO pertama kali tampil dalam konser yang bertajuk “Sebuah Pembuktian”, 29 Maret 2008, mengiringi konser perdana angkatan ke-37 Paduan Suara Mahasiswa UGM. Di akhir konser pertama ini, dr. Damodoro Nuradyo, Sp.S menyampaikan ketertarikan beliau sebagai pembina GMCO. Berbagai aransemen lagu yang dipersembahkan oleh GMCO juga dihasilkan oleh para mahasiswa UGM.
Pagelaran konser yang indah merupakan sinergi harmoni yang melantun selaras dari para pemain serta kinerja tim manajemen yang tinggi. Pemain berlatih secara teknis menguasai alat musiknya, sedangkan tim manajemen menangani bidang manajemen, produksi, dan berperan sebagai event organizer yang mengasah soft skill.

GMCO Grand Concert 5: The Story of Our Life (2015)
Website: www.gmco.ukm.ugm.ac.id - Paduan Suara Paramaksi
Bermusik dan bekerja akan menyeimbangkan hidup. Berawal dari bekerja di lingkungan departemen-departemen di Ilmu Kesehatan Masyarakat, pusat kajian penelitian atau menempuh pendidikan magister, talenta vokal para dosen, peneliti, tenaga kependidikan dan mahasiswa/alumni pun tersalurkan di kelompok paduan suara Paramaksi. Dengan pelatih Vista dan pengiring Adi Rucitra, paduan suara ini telah tampil di beberapa even di Fakultas Kedokteran UGM dan di UGM dengan conductor Dra. Yayi S. Prabandari, M.Si, Ph.D. Paramaksi pernah tampil di beberapa even, antara lain Jazznight Consert ke-9 FK UGM, syukuran dan pengukuhan Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed, Ph.D, Sp.OG(K), dan berpartisipasi dalam Aubade Pancasila 5000 UGM dalam rangka Hari Pancasila. Even internasional pun pernah menjadi ajang penampilan Paramaksi, yaitu pada Konferensi Internasional Asia-Afrika di FK UGM.
- Jodi Visnu
Lahir di Cilacap pada tahun 1986 dan besar di kota yang sama. Tahun 2001, ia beruntung dapat menimba ilmu pada maestro seriosa Indonesia (alm) Pranawengrum Katamsi yang sedang bertugas di Cilacap mendampingi suaminya sebagai direktur salah satu rumah sakit swasta. Pada tahun 2002, Jodi berkesempatan untuk mengikuti orchestral conducting workshop di Melbourne dengan conducting sebagai bidang mayor dan biola sebagai bidang minor.
Karier dalam bidang musik klasik mulai lebih serius digeluti setelah menjuarai lomba seriosa mahasiswa tingkat nasional PEKSIMINAS tahun 2006 di Makassar untuk mewakili DKI Jakarta, di mana saat itu Jodi masih berstatus sebagai Mahasiswa S1 Fakultas Kedokteran Unika Atma Jaya Jakarta. Tahun 2010, ia menyelesaikan diploma dalam bidang music performance di Cantata Institute of Arts Jakarta dengan predikat with first honor. Meski saat ini tinggal di Yogyakarta, Jodi masih berstatuskan sebagai anggota aktif paduan suara St. Peter’s Choir and Chamber di Gereja Katedral Jakarta.

Jodi Visnu - Band SKE

Band SKE Dibentuk tahun 1985, band Surya Kartika Enterprise (SKE) awalnya merupakan sarana menyalurkan aktivitas dan hobi di masa muda yang enerjik melalui musik. Mengawali debutnya dengan menyelenggarakan Pesta Musik 85 di Kridosono, band ini aktif tampil di berbagai even di Yogya pada tahun 1985-1990. Tahun 1987 mengikuti National Festival Rock Log Zelebour di Surabaya dan mendapat Juara 1 se DIY-Jawa Tengah dan Juara Favorit di tingkat Nasional. Tiga puluh tahun kemudian, kebersamaan, keseimbangan, dan refreshing sembari menghibur masyarakat pecinta musik Art Rock menjadi spirit utama band saat ini. Genre Art Rock, terutama musik Genesis, dipilih karena musikalitas dan teknis yang tinggi. Komposisi pemain saat ini sama dengan ketika band pertama kali dibentuk: Uut (keyboard; Yogya), Arimus (Lead guitar; Yogya), Handiro (Bass; Bandung), Gafar (Drum; Jakarta) serta yang baru bergabung Zainal (vokal; Banjarmasin).
Oldies Section Band

Oldies Section Band Band beraliran Jazz ini dibentuk dengan spirit menyalurkan hobi bermusik terutama para pegawai negeri sipil di lingkungan Pemerintah Daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dipimpin oleh bapak Tavip Agus Rayanto, band ini didirikan tahun 2012 dengan komposisi pemain saat ini: Tavip Agus Rayanto (Saxophone), Sangidu Balimu (Bass), Doddy B (Vokal), Roy Livy (Vokal), Raden Henry (Drum), Pandan Purwacandra (keyboard), Cahyo Risdianto (Gitar Melodi), dan Vishnu Satyagraha (Biola). Selain tampil rutin di Cafe Kampayo XT Square setiap hari Jumat minggu pertama setiap bulannya, band yang memainkan lagu-lagu pop-jazzy era tahun 60-90an ini tampil di berbagai even budaya dan pariwisata antara lain di Dinas Pariwisata DIY di Jalan Malioboro dan Taman Budaya Dinas Kebudayaan DIY.
Pendukung Artistik
ANGGI MINARNI

Saat ini bekerja di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, di Pelayanan Pengembangan Jejaring – IP2KSDM. Membaca, mendengarkan musik, dan berwisata menjadi kegemarannya. Tahun 1992-2014 menyelenggarakan konser dan workshop musik klasik dan jazz dari Belanda dalam kerangka kerja sama kebudayaan Indonesia dan Belanda.
Menjadi salah satu pendiri dan anggota Jogja Heritage Society (lembaga edukasi dan konservasi pusaka Indonesia di Yogyakarta), salah satu pendiri dan anggota Yayasan Indonesian Visual Art Archive/IVAA (lembaga dokumentasi seni visual Indonesia), dan salah satu pendiri dan anggota Yayasan Biennale Yogyakarta (membangun dan mengembangkan infrastruktur seni visual Indonesia di ranah internasional melalui event Biennale Jogja). Selain itu menjadi anggota Paguyuban Pecinta Batik Indonesia Yogyakarta “Sekar Jagad” dan menjadi salah satu event designer untuk Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (2006 – 2015) – Program tahunan Pemerintah Kota Yogyakarta dan Jogja Chinese Art and Culture Center.
ADI RUCITRA

Lahir di Yogyakarta, 25 Pebruari 1984, menamatkan sekolah tahun 2002 dari SMA Kolese De Britto, Yogyakarta, tahun 1999 dari SLTP Stella Duce I, Dagen, Yogyakarta, dan tahun 1996 dari SD Marsudirini St. Yoseph, Muntilan.
Memulai debut sebagai instruktur privat piano, keyboard, organ POP tahun 2002. Profesi ini ditekuni hingga sekarang dan sejak Februari 2011 hingga saat ini adalah pemilik CitraNada Management and Entertainment.
Pendidikan non formal yang telah diikuti adalah Yamaha Music Class Piano pada April 1994 – Maret 1996, privat Santosa Music Magelang class Organ pada April 1996 – Juni 2001, privat Hanna Music Yogyakarta class piano pada Juli 2001 – Jun 2003, Public Speaking by Charles Bonar Sirait pada Mei 2008, dan Public Speaking by Didi Petet pada Agust 2008.
AFRIZA ANIMAWAN ARIFIN

Lulusan S1 Psikologi Universitas Gadjah Mada ini lahir di Yogyakarta, 26 September 1994. Pengalamannya di dunia orkestra dimulai sejak usia 9 tahun. Pada tahun 2005 – 2011 pernah menjadi solis piano bersama Violet Orchestra, Ansambel Musik Anak dan Remaja Indonesia (AMARI), dan Indonesia Wind Orchestra (IWO). Memulai kiprahnya sebagai arranger, conductor, dan music director ketika bergabung dengan Gadjah Mada Chamber Orchestra (GMCO) pada tahun 2013. Bersama GMCO, sudah terlibat di lebih dari 20 konser termasuk 2 Grand Concert dan 3 Mini Concert.
Bertekad mewadahi minat dan bakat orkestra anak dan remaja di Yogyakarta, pada tahun 2016, mendirikan Jogja Student Orchestra (JSO) yang kini telah melibatkan lebih dari 150 pelajar dan mahasiswa di Yogyakarta baik sebagai pemain musik maupun managerial team. Sepanjang kariernya di orkestra, pernah berkolaborasi dengan beberapa artis ibu kota seperti Iwan Fals, Putri Ayu, dan Marcel Siahaan.
Merupakan komposer dari lagu “Sinergi dalam Harmoni” anthem PPSMB PALAPA UGM yang selama dua tahun terakhir (2016 & 2017) digunakan sebagai lagu penyambutan untuk mahasiswa baru UGM. Salah satu jurnalnya yang berjudul “Psychology of Music: The Art of Conducting in Gadjah Mada Chamber Orchestra” dipublikasikan bulan Juni 2016 di bawah bimbingan Profesor Koentjoro.
BAYU DEWANTORO

Saat ini freelance mixing engineer live sound. Memulai pekerjaan menjadi FOH acara pernikahan, gathering, seminar, konser musik indoor dan outdoor tahun 2005 – 2017, trainer audio pada tempat ibadah khususnya gereja 2013 – 2017, FOH amphitheatre Festival Musik Tradisi Baru 2015, 2016, 2017. Pernah menjadi Asisten MOH Ngayogjazz 2015, mengikuti kelas dasar audio profesional dan sound reinforcement/live sound di LPDK Jakarta 2010.
Penghargaan yang pernah diperoleh adalah peringkat ke-7 Nasional, PerfectMIX Contest 2 tahun 2009 oleh Digital Music University Surabaya.
Pendukung Produksi
Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan, Fakultas Kedokteran UGM
Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan merupakan sebuah departemen baru yang diresmikan pada tahun 2016, sekalipun program pendidikan bidang ilmu manajemen dan kebijakan kesehatan telah lama dilaksanakan di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (FK UGM). Program pendidikan yang diselenggarakan antara lain di tingkat sarjana berupa blok D2 Sistem Kesehatan dan Manajemen Bencara, program pascasarjana minat utama Magister Manajemen Rumahsakit (MMR; sejak 1992), Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan (KMPK; sejak 1995), Minat Manajemen dan Kebijakan Obat (MKO; 1996-2016); Kebijakan Pembiayaan dan Manajemen Asuransi Kesehatan (KPMAK; 2000) dan Sistem Informasi Manajemen Kesehatan (SIMKES; sejak 2005). Selain itu pusat kajian penelitian (Pusat Manajemen Pelayanan Kesehatan) didirikan tahun 1997, yang sekarang bernama Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan. Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan juga aktif memberikan wawasan terkait kebijakan dan manajemen kepada berbagai program studi seperti PPDS-1 dan PPDS-2, Prodi S3, dan Prodi S1-S2 Keperawatan.

Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc., Ph.D.
Kepala Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan FK UGM
Kepakaran: Kebijakan dan Administrasi Kesehatan, Manajemen Strategik, Jaminan Sosial dan Asuransi Kesehatan

Dr. dr. Andreasta Meliala, DPH., M.Kes., MAS.
Ketua Minat Manajemen Rumah Sakit dan Ketua Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan
Andreasta Meliala mulai menekuni kegiatan bermusik sejak usia 8 tahun dengan piano sebagai instrumen pertama yang dipelajari. Sepanjang tahun 1987-1997, Andreasta secara rutin menjadi pemain keyboard gereja. Untuk mengembangkan kemampuan bermusiknya, Andreasta mempelajari instrumen drum dari tahun 1986, dan selanjutnya menjadi drummer Fakultas Kedokteran UGM dari tahun 1988-1993. Selama menjadi drummer, Andreasta bersama band Fakultas Kedokteran UGM mengikuti berbagai kegiatan konser band di beberapa Fakultas Kedokteran di Indonesia.

dr. Haryo Bismantara, MPH
Mulai mempelajari gitar akustik semenjak kelas 2 SMP, kemudian beralih ke drum semenjak kelas 3 SMP. Saat SMA, mulai lebih “serius” bermusik sebagai drummer di Naiya Band, salah satu band indie lokal di Jember. Naiya Band sudah menghasilkan lima lagu sendiri dan salah satu lagunya yang berjudul “Lagu Paling Indah” pernah mendapatkan #1 chart band indie di salah satu radio swasta di Jember.
Memasuki masa kuliah, menjadi anggota Paduan Suara Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (PSM UGM) mengisi suara bass. Beberapa prestasi terkait keanggotaan di PSM UGM adalah 5th winner of college choir USM Semarang in college/general category, 3th winner of college choir USM Semarang folklore category, dan Silver Medal of ITB International Choir Competition (IICC) folklore category di Bandung. Selain itu, aktif sebagai musisi kampus (multi-instrumen) di Fakultas Kedokteran UGM dan sering mengisi sebagai penyanyi di beberapa café di DI Yogyakarta dan menjadi performer tetap Jazz Night Fakultas Kedokteran UGM.
Memandang bahwa musik bisa menjadi salah satu media untuk membangun social awareness, pada tahun 2014, bergabung dalam kampanye #UntukPapua, sebuah upaya penggalangan buku dalam bentuk mini concert dari café ke café. Melalui pergerakan tersebut, diperoleh lebih dari 100 buku yang kemudian disumbangkan ke rumah ajar Kampung Manyaifun di Kabupaten Raja Ampat.
Aktif pula sebagai pencipta lagu. Saat ini kurang lebih sudah terdapat 10 lagu yang direkam, baik secara profesional maupun non-profesional, yang diperdengarkan ke khalayak melalui media Soundcloud. Salah satu lagu yang diciptakan, yaitu “Manyaifun (Ku Rindu)”, pernah beberapa kali mengudara di salah satu radio swasta di Yogyakarta.
Tidak hanya di bidang bermusik, tapi juga di bidang keorganisasian. Hal ini dibuktikan dengan ditugaskannya menjadi Ketua Medical Music Community (MMC) Fakultas Kedokteran UGM pada tahun 2012. Beberapa kali dipercaya sebagai pengelola event di tingkat kampus, di antaranya sebagai stage manager Dies Natalies FK UGM ke-70 di Grha Sabha Pramana UGM, stage manager beberapa event konser di Fakultas Kedokteran UGM, serta sebagai Wakil Ketua I Medical Charity Night 2016 dengan menghadirkan Tulus, Shena X-Factor, dan Lilo Kla Project.
Saat ini aktif memainkan berbagai macam alat musik, di antaranya gitar, ukulele, keyboard, bass, drum, dan biola.
Tempat Konser: Auditorium Driyarkara, Sanatadharma, Yogyakarta
Nama auditorium ini diambil dari nama Prof. Dr. Nicolaus Driyarkara SJ (baca: Driyarkoro), seorang filosof Indonesia dan ahli pendidikan kelahiran Purworejo yang mengajarkan homo homini socius, yaitu manusia adalah kawan bagi sesama.

Pemesanan Tiket Online (mulai Desember)
Penonton dapat menyaksikan pagelaran ini secara live on stage di Auditorium Driyarkara, atau melalui live streaming. Penjualan tiket akan dilakukan mulai bulan Januari 2018 dengan pembayaran dan pemesanan kursi melalui website.
Harga tiket:
Live on Stage:
Platinum Rp 400.000,-
Gold Rp 250.000,-
Silver Rp 100.000,-
Live streaming:
Dalam negeri Rp 150.000,-
Luar negeri US$ 10



