#PUANINDONESIA MENULIS PANDEMI

Coming Soon.

Solidaritas yang bertumbuh. Itulah makna tahun 2020 ini bagi kami. Ada begitu banyak yang hilang dan meninggalkan luka, tapi sekaligus ada tunas-tunas harapan yang tumbuh.

April 2020, kami mulai bergandeng tangan. Ada 60 perempuan, dari Aceh sampai Papua, yang sepakat menuliskan pengalaman menghadapi pandemi Covid-19. Tidak mudah menuliskan pengalaman, terutama yang bersifat personal dan menguras segenap perasaan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Ratri Anindyajati dan Maria Darmaningsih (dua penyintas pertama Covid di Indonesia), Prof. Nila Moeloek, Prof. Herawati Sudoyo, dan Prof, Adi Utarini, termasuk yang menuliskan pengalamannya di buku ini.

Kami, para penulis, adalah penyintas dan keluarganya, dokter, perawat, petugas laboratorium, pengusaha, kurator, guru, dosen, jurnalis, seniman, aktivis, pegiat komunitas, saling menguatkan melalui tulisan. Karena kami sadar, kita –ya, saya, Anda, kita semua–bukan sekadar angka. Kisah setiap orang adalah sejarah yang harus dituliskan, agar menjadi pelajaran dan tak menguap laksana debu.

Nantikan buku kami “Kita Bukan Sekadar Angka – Puan Indonesia Menulis Pandemi”, yang akan diluncurkan pada 22 Desember 2020.

Pastikan Anda memesan buku ini (informasi teknis pemesanan dan harga menyusul). Hasil penjualan akan sepenuhnya disumbangkan pada komunitas perempuan yang terdampak Covid-19.

Salam hangat,
Mardiyah Chamim
PUAN INDONESIA
Koordinator

Please Login to Comment.